Beliau mendapat beberapa pertanyaan yang diterima dari komentar salah satu status yang dibuat di media sosial.
mengapa banyak sekali para pelaku MLM, terutama yang sudah senior malang melintang di dunia MLM mengontrol atau memperbudak pelaku MLM yang masih pemula?
Bila saya dianggap senior, maka saya dulunya adalah junior. Karena tidak akan ada seseorang di sebut senior sebelum mengalami sebuah gemblengan yang menjadikannya senior. Artinya, ada orang yang menggemblengnya. Membimbingnya. Mendidiknya. Benarkah seorang senior di dunia MLM memperbudak downline barunya ? baidewei, memperbudak itu apa sih ?
Dunia MLM dan banyak dunia kerja lainnya memiliki satu hal yang MIRIP. Yaitu Kesadaran. Mungkin anda berpikir “ah, kalau di dunia kantoran bukan kesadaran”. Tetap sama, kesadaran. Ketika seseorang setuju bahwa ia menandatangani sebuah perjanjian hukum, ada klausul yang menyatakan bahwa dirinya telah membaca dan mengerti peraturan yang ada di perusahaan tersebut. Nah mari kita lihat, apakah seseorang di kantoran akan menerima nasib yang lebih baik dari yang dipikirkan oleh bapak WS ? tidak juga.
Seorang pemula, di bisnis apapun, di pekerjaan apapun, akan mengalami gemblengan, didikan, bimbingan, support dari orang yang lebih dulu. Di banyak perusahaan ada yang namanya probation program, masa percobaan. Di cek apakah karyawan baru layak menjadi karyawan tetap. “dikerjain” dulu, di test dulu. Di bisnis MLM (Oriflame), ada yang namanya Getting Started, Step 1 (cara menjual), Step 2 (cara merekrut). Di ajari dulu, di beri pembekalan dan di minta untuk terjun ke lapangan. Bila Upline bilang “Buatlah 20 nama dan sebarkan 20 katalog ini”, maka itu namanya bimbingan. Bukan memperbudak. Bukan untuk memperkaya upline. Ingat, upline adalah juga seorang downline.
Seorang pemula, di bisnis apapun, di pekerjaan apapun, akan mengalami gemblengan, didikan, bimbingan, support dari orang yang lebih dulu. Di banyak perusahaan ada yang namanya probation program, masa percobaan. Di cek apakah karyawan baru layak menjadi karyawan tetap. “dikerjain” dulu, di test dulu. Di bisnis MLM (Oriflame), ada yang namanya Getting Started, Step 1 (cara menjual), Step 2 (cara merekrut). Di ajari dulu, di beri pembekalan dan di minta untuk terjun ke lapangan. Bila Upline bilang “Buatlah 20 nama dan sebarkan 20 katalog ini”, maka itu namanya bimbingan. Bukan memperbudak. Bukan untuk memperkaya upline. Ingat, upline adalah juga seorang downline.
Setiap perusahaan yang baik melakukan 4 hal. POAC.
Planning
Organising
Actuating
Controlling
Hal yang diatas saya jelaskan secara singkat mencakup 3 hal. POA.
Pak WS mengatakan bahwa upline mengkontrol downlinenya. Saya katakan YA. Karena disitulah letak tanggung jawab upline. Mengkontrol untuk mengevaluasi kinerja. Karena jelas, upline menginginkan downline yang mampu menduplikasi dan downline dengan sukarela mau melakukan duplikasi tersebut karena itu adalah modalnya untuk mengembangkan bisnis ini.
Tenang, tidak banyak konsultan MLM yang mau melakukan POAC ini. Karena POAC ini harus di lakukan bersama upline dan downline, secara SADAR dan SUKARELA. Tidak bisa sendiri. Tidak semua mau melakukannya, yaitu mereka yang menjadikan dan merasa dirinya sebagai KORBAN :)
Bisnis MLM adalah untuk mencari uang (tidak usah munafik)
bisnis MLM adalah jalan pintas mencari uang secara cepat dan singkat
bisnis MLM bisa membuat kalian menjadi jutawan, miliarder, dan sebagainya
Betul sekali pak.
Kalau gak ada uangnya, gak ada yang mau kerja keras di bisnis MLM. Udah ada uangnya aja masih ada yang males2an kok. hanya 10% yang mau kerja keras banget, 10% kerja biasa2 aja, 80% gak mau kerja. Gitu pak.
Kalau gak ada uangnya, gak ada yang mau kerja keras di bisnis MLM. Udah ada uangnya aja masih ada yang males2an kok. hanya 10% yang mau kerja keras banget, 10% kerja biasa2 aja, 80% gak mau kerja. Gitu pak.
Kalau gak karena mengejar sales yang besar, perusahaan MLM tidak akan memberikan reward fantastis. Bapak tau perusahaan asuransi ? sama. Bapak tau perusahaan penerbangan ? taukah Anda bahwa di perusahaan penerbangan pun memberikan reward fantastis kepada karyawan terbaiknya. Perusahaan obat memberikan reward terbaik kepada dokter2. Apa yang diharapkan ? SALES. Sales artinya UANG, pak. Bisnis MLM dan bisnis lainnya hanya di bedakan dengan CARA KERJA.
Tidak ada jalan singkat, pak. Namun ketika bapak mengatakan CEPAT DAN SINGKAT, artinya bapak melihat kami-kami ini (karena bapak komentar di kolom saya maka boleh GR dikit, mungkin bapak melihat saya) cepat dan singkat mencapai sukses. Tapi taukah bahwa si cepat itu bekerja 10 kali lebih banyak dari orang lain ? berpikir 10x lebih berat dari yang lain ? mengalami tantangan 10x lebih besar dari yang lain ? membimbing dan belajar 10x lebih keras dari yang lain
Itu :)
Pelatihan yang dilakukan oleh para senior MLM (lewat support sistemnya) cenderung ke arah cuci otak, seperti merekrut, prospek downline & member baru dengan kata2 bijak, motivasi?
Betul pak, kami memang mencuci otak
Mencuci otak yang masih negatif
Mencuci pikiran yang masih pesimis
Memberikan motivasi kepada yang mudah merendahkan dirinya sendiri. Larena kami sadar motivasi itu seperti mandi. Sabun mandi, bahkan parfum sekalipun wanginya tidak tahan lama, 2 jam hilang. Mendengar kata motivasi pun tidak bertahan lama dipikiran yang mendengarnya, 2 hari hilang. 2 hari kemudian lemes lagi, males lagi. Ya di motivasi lagi.
Lagipula dunia ini akan jauh lebih indah mendengar kata bijak dan motivasi. Anda pun pasti akan lebih senang mendengarnya. Anda pasti lebih senang dengan cara saya menanggapi anda dibandingkan dengan pelaku MLM lain yang defensif dan fanatis. Iya kan ?
Saat ini banyak perusahaan yang menyewa motivator mulai dari kelas lokal sampai kelas internasional, DEMI agar karyawannya termotivasi dan menjadi loyal employee. Banyak perusahaan berani invest besar-besaran agar karyawannya punya produktifitas yang tinggi. Saya sarankan bapak cari perusahaan itu. Banyak pak. dengan merubah sedikit saja mindset bapak, bapak akan menjadi karyawan terbaik di perusahaan manapun.
Iming2 tiap bulan mendapat sekian juta rupiah/per minggu ratusan ribu & meninggi-ninggikan kesuksesan & sama saja memandang rendah pekerjaan seseorang, misalnya orang kerja kantoran, satpam, dosen, guru DLL?
Pak pak, satpam aja sekarang gajinya bisa 10 juta sebulan loh.
Guru yang gajinya 15 jutaan juga ada
Guru yang gajinya 15 jutaan juga ada
Yang kerja kantoran ratusan juta juga udah banyak pak
Bapak kemana ajaaaa :)
Perusahaan manapun di dunia ini pasti memberikan penawaran terbaiknya. Ambillah itu jadi kesempatan Anda. Disaat kita belum mampu memberi, ambil dulu. Setelah itu belajar disana dan cari tau bagaimana cara terbaik agar bisa memberikan hal serupa. Pindah quadran maksudnya. Kalau awalnya menjadi KARYAWAN, selanjutnya pjndah menjadi SELF EMPLOYED. Bisnis sendiri. Setelahnya naik ke kuadran 3 : Business Owner. Sukur2 bisa pindah kuadran 4 : Investor.
Hari gini memandang rendah pekerjaan lain tidak menjadikan pekerjaan kita terlihat lebih tinggi. Partnership, itu lebih baik. Saling membutuhkan. Lagipula pak, kalau semua orang ikutan MLM, siap yang jadi pilot ? kita kan perlu pilot yang handal yang mampu menerbangkan kita keliling dunia. Siapa yang jadi agent asuransi ? kita kan perlu perlindungan kesehatan dan asuransi jiwa kalau2 kena sakit. Kalau gak ada yang bikin sabun, lipstik, laaahh gak ada konsultan Oriflame, dong :D. Tenang pak, dunia ini tidak akan di monopoli oleh MLM. Tidak mungkin.
Kalian terlalu terbuai oleh mimpi2 dari upline
Kalian akan kesuksesan finansial yang berlebih & malah mengorbankan hubungan pertemanan mba2, saudra mba2, ataupun semua orang?
Kita lihat saat ini, di mall-mall, anak muda terbuai oleh artis korea. Dandanannya tuuuh liat. Lihat anak-anak muda sekarang, ngikut arus modernisasi berlebihan dan cenderung lebay. Karena mereka memiliki mimpi. Salah ? tidak juga. Tinggal luruskan agar menjadi positif.
Hubungan pertemanan bisa rusak karena banyak hal. Bapak kemaren pilpres pilih apa ? no 1 atau no 2 ? udah liat kan bagaimana mereka bercerai berai karena pilpres ?. Tau kasus florence yang memaki warga Jogja ? yakin saya, Florence pasti kesal dengan temannya yang mengcapture kemarahannya di path dan menyebarkannya di dunia maya. Hubungan pertemanan bisa hancur kapanpun, punya utang gak bayar2 aja bisa bikin yang diutangin kesel. Pertemanan bisa berkembang kapanpun, dimanapun, di bisnis apapun. Tanpa harus menyalahkan MLM ya pak. Karena bagi si positif, MLM menjadi bumbu penyedap kehidupan, banyak teman, banyak sodara, relasi, dsb. Bagi si negatif, itu akan menjadi kebalikannya.
Hanya mengejar bonus yang begitu besar, cepat mendapat downline, memperbesar jaringan mba2, mengejar peringkat dan ingin cepat passive income, menjadi bersifat egois, menjadi sombong, menjadi angkuh dan menjadi jadi?
Kalau di kerjakan dengan serius, wajar dong punya bonus besar,naik peringkat, dapet passive income. Kayaknya bapak udah menyadari benar nih bahwa komentar ini gak salah sasaran. Ditujukan di postingan saya yang memang kerjanya gila, cepet, serius, dsb dsb :).
Bener banget saya ingin passive income. NANTI.
Sama kayak PNS yang NANTI nya dapet uang pensiun alias passive income.
Sama kayak investor yang beli Apartement, hotel, rumah agar NANTI nya bisa nikmati passive income dari menyewakan asetnya.
Sama kayak pemilik franchise jaringan fastfood atau mini market yang NANTI nya akan dapat passive income karena menjual sistem franchisenya.
Saya pribadi sadar banget bahwa kehidupan yang baik harus diawali dengan MODAL agar bisa di teruskan dinikmati oleh anak cucu. MODAL itu bisa berupa apa saja. Materi dan non materi. Dalam hal ini saya mencontohkan etos kerja keras. Bukan etos sombong. Karena untuk sombong, yang males juga banyak yang sombong, dan gak perlu jadi MLM untuk sombong. Coba bapak cek teman2 yang sombong, apakah semuanya dari MLM ? :)
Ikut seminar MLM modal jas item, dasi item dan sepatu kinclong ataupun pakai baju mewah biar di liat sama semua orang biar menarik?
Yaaaah si bapak, pake baju mewah, jas, dasi, blazeran mah udah gak menarik saat ini paaaaak.
Orang2 malah takut kalau yang nawarin MLM dandan kayak gitu. Kesannya kayaknya seriusss banget gitu. Kayaknya modalnya gedeee banget. Kesan kayak gitu malah gak ada mewah2nya bagi saya sih pak.
Orang2 malah takut kalau yang nawarin MLM dandan kayak gitu. Kesannya kayaknya seriusss banget gitu. Kayaknya modalnya gedeee banget. Kesan kayak gitu malah gak ada mewah2nya bagi saya sih pak.
Nah, ikut Oriflame yuk Pak :)
Saat ini jaman teknologi canggih.
Seminar gak bisa dateng ya duduk manis aja di rumah, seminar pakai webinar.
Saat ini jaman teknologi canggih.
Seminar gak bisa dateng ya duduk manis aja di rumah, seminar pakai webinar.
Saat saya menulis notes ini saya memakai kaos oblong hitam putih, celana jeans, duduk di starbucks Citos, abis sarapan donat, sambil minum Early Grey Tea.
Dateng yuk pak, ke acara spektakulernya SBN. Tema dresscode nya Warna Pastel. Di jamin bapak gak akan melihat ada yang pakai dasi, blazer dan sejenisnya. Yang penting : Bersih dan Rapi. Sama seperti dresscode mindet yang saya tanamkan ke jaringan saya di bisnis ini . Mindset BERSIH dan Kerja RAPI
*******
Demikian Pak WS dan teman2 semua yang sudah membaca notes ini.
Ambil hikmahnya. Buang buruknya. Terapkan yang baiknya.
Ambil hikmahnya. Buang buruknya. Terapkan yang baiknya.
Imej pebisnis MLM di masa lalu memang seperti yang pak WS ungkapkan. Tugas kita lah membersihkannya agar harus mewangi sepanjang masa. Jadilah konsultan Oriflame yang terpanggil untuk membantu banyak orang, bukan yang egois untuk dirinya sendiri. Sharing is Caring.
Bisnis MLM itu unik, salah sedikit, kita di caci. Menjadi sorotan tajam karena MLM di Indonesia belum menjadi piihan pekerjaan yang lazim. Rata-rata orang join karena kepepet sehingga konsultannya sering dituduh memiliki modus. Padahal orang kerja kantoran juga banyak yang kerja karena kepepet loh boow … udah kadung sekolah tahunan, masak gak kerja ? banyak kok karyawan yang akhirnya bekerja dengan titel dan jenis kerjaan “apa aja deh yang penting kerja”, dan ujung2nya yang bersinar adalah mereka yang bekerja dari HATI
Bisnis MLM itu unik, salah sedikit, kita di caci. Menjadi sorotan tajam karena MLM di Indonesia belum menjadi piihan pekerjaan yang lazim. Rata-rata orang join karena kepepet sehingga konsultannya sering dituduh memiliki modus. Padahal orang kerja kantoran juga banyak yang kerja karena kepepet loh boow … udah kadung sekolah tahunan, masak gak kerja ? banyak kok karyawan yang akhirnya bekerja dengan titel dan jenis kerjaan “apa aja deh yang penting kerja”, dan ujung2nya yang bersinar adalah mereka yang bekerja dari HATI
No comments:
Post a Comment